Artania Syalsabilla (08)_XIIA4_Resensi

 

Suka Duka Kehidupan Keluarga Mande

 

Judul Buku                  : Rumah Mande

Nama Penulis              : Irhayati Harun dan Uda Agus

Penerbit Buku             : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit Buku     : 2013

Tebal Halaman           :162 halaman

ISBN                           :978-602-02-2376-6 

Harga Buku                 : Rp45.000,00

 


                Novel ini terinspirasi dari kisah nyata. Judul dari semua novel karya Irhayati Harun dan Uda Agus, misalnya Kita Pernah Salah, Buku Seutas Surat Dari Jodohmu, dan Rentang Waktu. Cerita ini dimulai dari mulai perjuangan untuk masuk ke perguruan tinggi, saat berhasil masuk ke kuliah impian, dan harus ditinggal oleh orang yang dia cintai. Laila muncul sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya. Tidak hanya itu, Laila adalah sosok anak yang cerdas dan kerja keras.

            Saat dia duduk di bangku sekolah menegah atas di daerah Pariaman, dia sudah bercita-cita masuk fakultas statistika di Universitas Indonesia. Saat pengumuman kelulusan, bahwa dia dinyatakan lolos di fakultas statistika di Universitas Indonesia. Namun, Laila bimbang untuk meninggalkan ibu di desa seorang diri. Dalam cerita ini menyiratkan bahwa hasil yang kita dapatkan tidak akan mengecewakan suatu kerja keras yang kita lakukan selama ini serta kasih sayang seorang anak kepada ibunya.

            Irhayati Harun dan Uda Bagus, sang penulis, mampu menyajikan alur cerita yang mampu membawa pembaca memahami setiap kejadian yang terjadi.  Hal tersebut tidak mudah untuk dilewati serta butuh kerja keras dan ketabahan untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Penulis ini telah mampu menunjukkan bahwa kecintaan anak kepada ibunya sangat tulus.

            Buku ini dilengkapi sembilan cerita. Cerita yang pertama berjudul Gempa di Desa Pariaman, yang menjelaskan tentang gempa bumi mampu merusak sarana transportasi dan pemukiman penduduk. Masuk pada judul kedua sampai judul kelima buku ini bercerita tentang keluarga Laila kehilangan harta termasuk rumah serta keinginan membawa ibunya untuk ikut merantau di kota Jakarta. Sampailah pada puncak cerita pada judul buku keenam dan ketujuh buku ini menceritakan tentang penyakit yang diderita ibu Laila, yang akhirnya ibu Laila menutup mata untuk selama-lamanya.

            Ibu Laila menderita penyakit tumor dan kanker ganas stadium akut. Sehingga ibu Laila harus menjalani kemoterapi. Hal tersebut mengakibatkan rambutnya rontok secara perlahan-lahan. Tidak ada seorang anak yang tega melihat ibunya harus mengalami kesakitan. Laila saat itu mulai terpuruk serta menangis tanpa henti. Air matanya mengalir deras, orang yang dia cintai harus merasakan sakit yang tidak pernah terbayang olehnya. Laila terus berusaha menutupi rasa kesedihan di depan ibunya. Agar ibunya cepat sembuh dari penyakit. Saat itulah Laila berdoa kepada Allah untuk menyembuhkan ibunya, tapi Allah berkehendak lain sehingga ibunya telah meninggal dunia.

            Laila ingat bahwa ibunya ingin membangun kembali rumah yang terkena gempa. Karena rumah itu penuh kenangan bersama almarhum ayah Laila. Buku ini ditutup pada judul buku yang terakhir yang menceritakan tentang sebuah impian orang yang kita cintai, yaitu seorang ibu untuk melihat rumahnya berdiri kokoh tetapi tidak mengubah bentuk rumah tersebut.

            Tidak seperti buku-buku novel yang lain yang hanya berisi tulisan narasi yang sangat panjang. Buku ini ditulis dengan cerita yang pendek tetapi tetap utuh karena tokoh yang lengkap dengan tokoh pendukung, latar tempat, serta latar waktu yang bagus sehingga dapat menarik minat pembaca semua kalangan umur. Dikemas dengan judul sub bab yang runtut sehingga pembaca tidak mengalami kebingungan saat membaca.

            Sayangnya, buku ini banyak menggunakan bahasa Minang, misalnya kata Mande untuk panggilan ibu serta uda untuk panggilan saudara laki-laki yang lebih tua di Minangkabau. Sehingga para pembaca sulit mengerti. Selain itu, penempatan gambar serta pewarnaan kurang bagus sehingga suasana gambar kurang menarik untuk dilihat pembaca. Sebaiknya menggunakan gradasi warna yang sesuai dengan sampul sehingga dapat memahami cerita melalui gambar.

            Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, buku ini tetap layak untuk dimiliki semua kalangan umur baik anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Sekaligus dapat menjadi pembelajaran serta wawasan yang luas untuk tetap menyayangi orang tua. Meskipun, kita tidak dapat membalas semua kebaikan orang tua yang telah menyayangi kita dari kecil.

 

Penulis                        : Artania Syalsabilla

Pelajar SMA Al-Hikmah Surabaya XIIA4/08

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutor 5 XIIA4_Mari Menalar

Tutor 2 XIIA4 - Resume Buku Nonfiksi

Resensi Noura 25