Aditya Ghefira Valinasari (01) Resensi
Matinya Raja Batik
Judul Buku : Detektif Cilik Imung Seri ke-2
Nama Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit Buku : PlotPoint Publishing
Tahun Terbit Buku : 2014
Tebal Halaman : 226 Halaman
ISBN : 9786029481419
Novel karangan Arswendo Atmowiloto yang berjudul Detektif Cilik Imung seri ke-2 ini merupakan lanjutan dari buku Detektif Cilik Imung seri pertama. Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Imung. Diseri yang kedua ini, Imung dikisahkan sudah beranjak besar menjadi anak SMP yang hanya tinggal bersama ayahnya. Sejak duduk di Sekolah Dasar, ia dikenal sebagai anak yang cerdik dan cerdas. Imung selalu membantu memecahkan masalah orang-orang disekitarnya dan juga bisa memecahkan berbagai kasus kejahatan yang biasa ditangani polisi. Karena kecerdikan dan kemampuan analisisnya, ia diangkat menjadi anak oleh Kolonel Suyatman untuk memecahkan kasus-kasus di Jakarta. Imung memiliki penampilan yang khas dengan fisik yang kurus, kerepeng, korengan, rambutan awut-awutan, dan memakai baju lusuh.
Selama di Jakarta, Imung memecahkan kasus yang semakin berat dan kompleks. Imung bersama dengan Kolonel Suyatman dan Helena yang merupakan teman Imung memecahkan kasus-kasus dengan baik. Mulai dari memecahkan masalah terjadinya wabah penyiletan terhadap gadis-gadis cantik di sekitar jembatan penyebrangan depan Sarinah. Lalu kasus lain seperti memecahkan masalah pembunuhan berturut-turut yang menyebabkan tewasnya satu persatu keluarga pemilik perusahaan batik. Selain itu, ada kasus penodongan supir taksi, pembajakan bus kota, dan masih banyak kasus lain. Kasus-kasus yang dihadapi Imung tidak semua tentang kejahatan, rampok, pencurian, dan pembunuhan. Ada juga kasus-kasus kecil yang hanya membutuhkan kecerdikan dan cara berpikir logisnya. Misalnya kasus hilangnya kuda milik Mayor Sulaeman Wibowo yang ternyata ada di loteng tingkat atas. Kuda tersebut dibawa oleh jokinya bernama Samuela yang sebelumnya dituduh mencuri kuda tersebut. Tetapi kenyataannya, Samuela bermaksud menyembunyikan kuda tersebut karena sedang sakit dan tidak mau penyakit tersebut menular ke kuda lainnya. Cara imung mengetahui Kuda tersebut berada di loteng tingkat atas adalah dengan melihat bekas kencing kuda yang ada di dekat tingkat tiang bawah.
Kasus-kasus yang disajikan dalam novel ini membuat para pembaca ikut kalut dalam teka-teki yang dipecahkan oleh Imung. Ide yang dituangkan dalam setiap kasus cukup ringan dan lekat dengan keseharian orang Indonesia sehingga dapat mudah dipahami. Jalan cerita yang disajikan juga tidak bertele-tele dan teratur sehingga pembaca tidak merasa bosan. Pengenalan karakter selain karakter utama dalam setiap kasus sangat jelas sehingga pembaca tidak kebingungan dan makin mendalami kasus dalam novel tersebut.
Kekurangan dalam novel ini terdapat beberapa adegan yang terkesan tidak logis dan mengada-ada. Selain itu, novel yang merupakan hasil cetakan ulang dari versi pertama yang rilis tahun 1970-an memiliki penulisan bahasa yang menggunakan ejaan lama membuat sedikit merasa aneh ketika membacanya karena berbeda dengan bahasa yang kita gunakan sekarang.
Secara keseluruhan, novel ini memiliki cerita yang unik dan berbeda dengan cerita novel yang sering ditemukan. Novel ini membuat kita penasaran dengan kelanjutan setiap kasusnya dan membuat otak kita berpikir juga cara menyelesaikan kasus dalam novel ini. Cover buku yang telah diperbarui, membuat kita lebih tertarik lagi karena desainnya yang sederhana dan modern. Buku ini sangat cocok untuk dibaca anak-anak hingga dewasa.
Komentar
Posting Komentar