Intan Cahya (17) XIIA4 Resensi
Tony Fernandes - Berani Bermimpi
Judul Buku : Flying High - Kisahku Membangun AirAsia
Nama Penulis : Tony Fernandes
Penerbit Buku : Flying High My Story from AirAsia to QPR - Penguins Book LTD, London | Flying High Kisahku Membangun AirAsia - Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka
Tahun Terbit Buku : Februari 2019
Tebal Halaman : 244+8 halaman
ISBN : 978-602-0851-98-3
Buku ini berisi tentang kisah kehidupan Tony Fernandes, pendiri dan CEO Group salah satu maskapai terbaik di dunia, AirAsia, dikenal sebagai sosok yang berani mengambil sikap dan apa adanya. Ditulis dalam kurun waktu 3 tahun, buku ini mengisahkan transformasi Tony, dari seorang akuntan sederhana menjadi salah satu miliarder yang diperhitungkan di Asia dan dunia. Menurut Tony, AirAsia adalah dongeng, tak selalu menyenangkan dan punya masa gelap. Namun Tony berhasil menyulap AirAsia dari perusahaan yang semula hendak tamat, dililit banyak utang, defisit hampir 1 juta USD per bulan, punya sedikit rute dan tak jelas masa depannya menjadi sebuah industri besar di Asia.
Ayahnya Tony yang berkebangsaan Goa merupakan seorang Dokter yang bekerja untuk WHO dan ibunya Portugis Malaka seorang pebisnis Tupperware yang sukses. Tony Fernandes hidup dan dibesarkan dari orangtua yang sama-sama menyukai musik. Ditambah ayahnya yang sangat mencintai olahraga. Oleh sebab itu, dalam hidupnya. Tony sangat menyukai yang namanya musik dan olahraga.
Ketika berbicara tentang orang tuanya, hal-hal khusus yang dilakukan ibu & ayahnya, yang kemudian dikirim ke sekolah di Epsom di Inggris sendirian pada usia 12. Tony pun bersekolah di sana meninggalkan ayah dan ibunya di Malaysia. Ia pernah dalam masa yang rindu dengan orang tuanya, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menelpon orangtuanya dan meminta ayahnya untuk membelikan tiket pulang ke Malaysia. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak dan ayahnya memberikan jawaban kalau tiket London – Malaysia itu mahal. Sehingga, tidak bisa membelikan tiket pulang kepadanya untuk setiap tujuh minggu. Sejak saat itu ia bertekad akan membuat tiket pesawat murah. Kisah 16 tahun perjuangan Tony melawan orang-orang yang meremehkannya hingga berhasil mewujudkan mimpinya. Hingga akhirnya, pesan Tony kepada semua pemimpi di dunia sederhana saja, beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan.
Berbeda dengan buku autobigrafi pada umumnya, sisi buruk ditampilkan Tony di dalam bukunya. Bagaimana saat muda dia suka berpesta gila-gilaan, pernikahan pertamanya yang sedikit disebutkan tidak berakhir dengan baik, kebiasaannya menghamburkan uang dan beberapa kekurangan lainnya. Tony seperti ingin menegaskan bahwa di balik kesuksesannya ia pun pernah punya kegagalan di sisi kehidupan lainnya. Semua ini disampaikan agar bisa jadi pembelajaran juga diambil sebagai hikmah kehidupan dan dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Melalui karakter Tony yang optimis, tekun, dan ulet. Ia mengajak pembaca buku ini untuk tidak mempedulikan orang yang menganggap impiannya gila. Teruslah berusaha dan menjalankannya. Sebab kekuatan impian akan bisa membakar semangat dan menggerakkan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani kita lakukan. Alur cerita kehidupan yang mampu menarik minat pembaca, khususnya remaja hingga dewasa yang masih takut bermimpi.
Akan tetapi, buku ini akan sulit dimengerti untuk orang yang kurang paham dengan dunia olahraga dan musik. Selain itu terdapat beberapa kata yang menggunakan bahasa asing dan tidak disertai arti dari kata tersebut sehingga pembaca kesulitan memahaminya. Sampul dari buku ini kurang menarik untuk pembaca wanita, karena sampulnya bewarna hitam. Kisah Tony membangun AirAsia sudah terkenal, tetapi kehidupannya yang menarik sebelum itulah yang sangat menginspirasi.
Penulis : Intan Cahya Istiqomah
Pelajar SMA AL HIKMAH SURABAYA
Komentar
Posting Komentar