Thania aisyah (31) XIIA4 Resensi
Judul Buku : Selamat Tinggal
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan Pertama, 2020
Tebal : 360 halaman
ISBN : 9786020647821
Novel karangan Tere Liye yang berjudul Selamat Tinggal ini bercerita mengenai seorang mahasiswa rantau penjaga toko buku bajakan bernama Sintong Tinggal, ia sudah tujuh tahun menempuh pendidikan kuliahnya dan belum lulus. Sebenarnya, bagi Sintong buku bajakan itu tidak layak diperjual-belikan karena melanggar hak cipta, disisi lain hal tersebut juga melanggar prinsip Sintong sebagai mahasiswa. Namun, Sintong terpaksa melakukan pekerjaan tersebut membantu pamannya dan juga untuk biaya hidup selama ia kuliah. Semester awal perkuliahan Sintong berjalan lancar bahkan ia pernah menjadi wakil pemimpin redaksi majalah dikampusnya, dikarenakan ia cerdas dan karya-karyanya yang selalu terkenal. Namun, itu semua tidak membuat dirinya segera menyelesaikan kuliahnya. Sintong kehilangan semangat berkuliah karena sosok gadis yang ia cintai dari kampungnya sudah tidak lagi mengabarinya bahkan gadis tersebut akan menikahi orang lain.
Karena keterlambatan kelulusan kuliah tersbut, ia diberi julukan 'mahasiswa abadi'. Karena kehilangan semangatnya, Sintong tidak segera menyelesaikan tugas skripsinya. Hingga suatu ketika saat Sintong sedang menjaga toko buku bajakan milik pamannya, ia bertemu dengan gadis cantik bernama Jess. Sejak saat itulah Sintong mulai bersemangat kembali menyelesaikan kuliahnya, terlebih lagi Sintong juga menemukan buku karangan milik Sutan Pane, penulis besar yang karyanya menghilang tanpa kabar. Sintong memutuskan melanjutkan tugas akhir skripsinya dengan membahas karya Sutan Pane tersebut. Hingga tugas akhir skripsinya pun ada kemajuan dan berkembang dengan pesat. Bahkan, ia sempat menulis dan dimuat pada surat kabar nasional dan tulisannya itu menjadi trending topic dan diperbincangkan oleh kritikus juga masyarakat. Sintong berhasil untuk bangkit dari keterpurukannya itu, membuat kawan-kawannya menjadi bangga.
Ketika saya membaca novel tersebut banyak pelajaran yang didapatkan, salah satu pelajaran yang dapat diambil ialah kita harus melupakan masalalu yang membuat kita jatuh dan harus segera bangkit demi masadepan. Satu hal yang selalu saya kagumi ketika membaca karya-karya Tere Liye ini ialah pemilihan kosakata, font tulisan juga bahasa yang digunakan sangat ringan, sehingga pembaca mudah memahami maksud dari kisah-kisah yang dituliskan. Tere Liye selalu menggunakan kosakata bahasa yang tidak begitu baku dan kaku namun unik. Terdapat juga keunikan dari buku ini ialah penamaan dari tokoh utama, nama Sintong Tinggal itu sungguh kreatif dan unik sekali.
Kemudian kelebihan lainnya melalui
novel ini, pembaca dapat mengetahui bahwa pembajakan di negeri ini sangatlah memprihatinkan. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan buruk yang sulit untuk terlepaskan dari oknum-oknum yang melakukan tindak kejahatan tersebut.
Dalam novel ini, Sintong selaku penjaga toko buku bajakan, menunjukkan dirinya sebenarnya menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Akan tetapi, ia enggan dan takut untuk berhenti sebab pekerjaan itulah yang bisa ia lakukan guna membiayai kuliah dirinya. Hal demikian yang membuat kuliahnya menjadi terhenti selama beberapa tahun hingga mencapai tahun ke-7, dirinya belum juga lulus dari kampusnya itu.
Dalam novel ini hampir tidak ditemukan kekurangannya. Karena pada dasarnya karya Tere Liye ini selalu bagus dan menarik perhatian saya. Mungkin hanya ketika membaca novel ini di beberapa awal bab merasa bosan dengan alurnya namun setelah itu alurnya menjadi seru dan bagus untuk dibaca.
Komentar
Posting Komentar