Luthfiyyana (20) XIIA4 Resensi

 The Fabulous Udin

Judul Buku : The Fabulous Udin
Nama Penulis : Rons Imawan
Penerbit Buku : Bentang Mulia
Tahun Terbit Buku : 2016
Tebal Halaman : 384 halaman
ISBN : 978-602-1383-90-2



Buku ini menceritakan kehidupan seorang anak bernama Udin. Udin dikenal sebagai anak yang sopan, rajin, jenius, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang terletak ditepi pantai dkat dengan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Sejak kecil ia ditinggal oleh ayahnya sehingga ia hanya bersama ibunya saja. Udin bukanlah anak jenius dalam bidang akademis, melainkan bidang sosial. Seorang anak yang bahkan belum berani bermimpi ini memiliki pemikiran dan pemahaman sosial yang tidak biasa untuk anak seusianya.

Awalnya Udin hanya memiliki empat sahabat saja. Kemudian, datang seorang gadis pindahan dari Jakarta bernama Suri. Suri memiliki penyakit kanker yang menyebabkan kepalanya botak. Suri sangat tidak suka jika orang-orang mengasihaninya. Demi menghibur dirinya sendiri, ia membuat sebuah sayembara. Udin membuat ia merasa tidak diperlakukan sama seperti temannya yang lain, bukan orang yang menghitung hari berapa lama lagi akan meninggalkan dunia. 

    Hal itu membuat Suri berteman akrab dengan sahabatnya yaitu Udin, Inong, Ucup, dan Jeki. Keterbatasan aktivitas yang dimiliki Suri tidak menghalanginya untuk tetap menghabiskan waktu bersama dengan temannya. Persahabatan Suri dengan keempat anak itu membuatnya lebih ceria dan semangat hidup, terutama karena Udin. Namun, Suri ingin mengetahui apakah Udin memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak karena waktunya didunia tidak lama lagi. 

Buku ini berisi tentang persaudaraan, kepedulian tentang sekitar, persahabatan, cinta remaja, kesedihan, dan penyelesaian masalah dari udin yang tidak biasa. Dengan gaya bahasa dan alurnya yang mudah dipahami membuat para pembaca tidak kesulitan untuk membacanya. Cerita ini memiliki banyak pelajaran hidup yang pastinya akan berguna bagi kehidupan kita. Cover buku ini juga sangat menarik bagi para pembaca.

Pemilihan beberapa kata yang alay mungkin membuat pembaca merasa aneh atau bahkan geli. Buku yang tebal bisa menjadi salah satu faktor orang menjadi tidak tertarik untuk membacanya. Meski begitu, buku ini cocok untuk dibaca para remaja hingga dewasa karena ceritanya yang berhubungan dengan kehidupan seusia remaja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutor 5 XIIA4_Mari Menalar

Tutor 2 XIIA4 - Resume Buku Nonfiksi

Resensi Noura 25