Sevayahe Ayuning Vinosa (29) Resensi

 Selena

Judul Buku : Selena

Nama Penulis : Tere Liye

Penerbit Buku : Jakarta, Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit Buku : 2020

Tebal Halaman : 368 Halaman

ISBN : 9786020639529


    Selena, novel spin-off serial Bumi yang ditulis oleh Tere Liye ini mengisahkan tentang latar belakang kehidupan Selena, atau yang akrab disapa Miss Keriting semasa menempuh pendidikannya di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT).

    Selena adalah seorang pengintai terbaik yang lahir di Distrik Sabit Enam. Sebuah kawasan kumuh, padat dan tertinggal. Dia seorang yatim piatu sejak kecil. Seusai pemakaman mendiang ibunya, Selena diberikan surat wasiat oleh Togra, tetua Distrik Sabit Enam. Isinya tidak panjang, hanya sebuah pesan singkat yang menyuruhnya untuk menemui Paman Raf di Kota Tishri.

    Oleh karena matanya yang tajam dan kemampuan daya ingatnya yang spesial, Selena dapat mengenali Paman Raf  hanya dengan mengingat setiap guratan wajahnya dan membayangkannya dalam usia berpuluh tahun kemudian. Seperti yang pernah ia lihat dari foto saat Paman Raf masih berusia dua belas tahun.

    Selena berkeinginan untuk sekolah di ABTT, sekolah terbaik di Klan Bulan. Sama halnya dengan universitas atau kampus kebanyakan. Bedanya, itu tempat belajar para petarung terbaik seluruh Klan Bulan. Kelompok elite di antara para elite. Itulah cita-citanya. Ia bersedia melakukan apapun agar diterima di sana.

    Siapa sangka bahwa Selena tidak sadar dirinya sedang diperalat oleh Tamus dengan diterimanya di ABTT, setelah kekuatan aslinya terbuka. Tamuslah orang yang membuat kemampuan bertarung Selena berkembang pesat. Ia telah memutar balikkan aliran darahnya dan menghantam ribuan jarum es ke setiap simpul nadinya. Tak lupa, ia juga memegang remote control sebagai pengendali terhadap Selena. Sekali saja Selena tidak mengikuti perintahnya, hilang sudah kekuatan aslinya kembali seperti semula.

    Selena datang ke ABTT pada saat acara inaugurasi mahasiswa baru. Kehadirannya mengacaukan acara yang sedang berlangsung. Saat itulah untuk pertama kalinya Selena bertarung dengan Orde Angkatan 75, mahasiswa tingkat atas yang terpilih di angkatannya dan bertugas mengatur kedisiplinan. Jumlahnya enam belas orang.

    Ketika Selena tidak dapat lagi mengelak dari pukulan berdentum yang akan mengenai dirinya, ketika itulah seseorang membantunya membuat pukulan berdentum yang mengakibatkan mahasiswa tingkat atas terpelanting. Ia adalah Mata. Mahasiswa perempuan yang usianya sepantaran dengan Selena. Rambutnya lurus panjang, hitam legam. Matanya begitu indah.

    Dalam sekejap, telah bediri juga seseorang yang melindungi Selena dengan membuatkan tameng transparan. Dia adalah Tazk. Seorang laki-laki tinggi dan gagah dengan paras tampan, baik hati dan juga pintar. Tazk adalah mantan anggota boyband yang lebih memilih kuliah di ABTT.

    Atas kejadian itulah, Selena, Mata dan Tazk tergabung menjadi tiga orang sahabat sekaligus petarung Klan Bulan pertama yang memutuskan untuk bertualang ke Klan lain--Nebula, tentunya setelah Selena berhasil memecahkan teka-teki perkamen tua yang ditugaskan oleh Tamus.

    Pada novel Selena yang merupakan salah satu novel serial Bumi ini memiliki kisah yang unik dan cukup menarik. Karena, novel ini mengungkap pertanyaan yang terjawabkan dan misteri yang terpecahkan. Dimana alkisah petualangan Raib, Ali dan Seli yang sesungguhnya bermula. Oleh karenanya Tere Liye menggunakan sudut pandang tokoh lain untuk melengkapi jalan cerita dari petualangan Raib, Ali dan Seli.

    Bagian yang paling saya sukai dari novel Selena ini adalah ketika Selena sedang mengikuti mata kuliah pilihan, "Malam dan Misterinya." Karena dari mata kuliah pilihan itulah yang pada akhirnya membuat Selena benar-benar menjadi seorang pengintai terbaik.

    Genre dari novel ini adalah fantasi, maka sudah pasti ada kalimat-kalimat yang cukup sulit dipahami. Tapi hal itu bukan menjadi masalah. Ini hanyalah tentang kreativitas penulis yang menuangkan bumbu di dalam jalan ceritanya dan juga kreativitas pembaca dalam berimajinasi.

    Pesan moral yang dapat diambil dari novel Selena ini adalah jangan sampai ambisi yang begitu besar pada akhirnya membuat kita menghalalkan segala cara dan menghianati banyak orang, terutama sahabat dekat. Dan melupakan pesan-pesan dari seseorang yang sebenarnya sangat kita hormati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutor 5 XIIA4_Mari Menalar

Tutor 2 XIIA4 - Resume Buku Nonfiksi

Resensi Noura 25